Mari Pindah Kantor

Bulan juni, jadi bulan terpenting dalam perpindahan Instansi Pemerintahan Pemkab Simalungun. Bagaimana tidak sepanjang juni 2008, seluruh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) sibuk beres-beres, angkat-angkat barang, bersih-bersih kantor baru di Raya. Tidak terkecuali Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun, sejak awal sudah menjadi instansi pertama dengan semangat menggebu-gebu untuk pindah ke Raya. Khususnya saya, tidak ada alasan untuk tidak mendukung perpindahan ini karena Raya adalah tempatku dilahirkan dan tempatku dibesarkan. Secara adat Simalungun, Kantor Pemkab Simalungun telah diresmikan pada hari senin, 23 Juni 2008. Pesta rakyat dihadiri oleh para tokoh Simalungun termasuk para petinggi Pemerintah Kabupaten Simalungun. Ribuan masyarakat dari seluruh Kabupaten Simalungun tumpah ruah menyaksikan peresmian perkantoran Pemkab Simalungun. Satu inti peresmian secara adat simalungun bahwa masyarakat simalungun merasa bangga mempunyai pusat pemerintahan yang cukup strategis di Pematang Raya, yang merupakan pusat kebudayaan Simalungun. Tinggal bagaimana masyarakat dan pemerintah bahu membahu untuk memajukan Kabupaten Simalungun. Satu momen lagi yang ditunggu, peresmian perkantoran secara formal oleh Presiden SBY pada tanggal 14 juli 2008. Berharap, kehadiran Presiden tentunya harus dipersiapkan secara matang, khususnya kesiapan semua infrastruktur dan pendukungnya.
Untuk sementara waktu, pekerjaan kantor masih dalam proses peralihan. Beberapa pekerjaan kantor masih dikerjakan di kantor lama di Jln Asahan Pem. Siantar, mengingat masih ada infrastruktur yang masih dalam pembenahan (instalasi PLN, PAM). Dapat dimaklumi bahwa proses perpindahan ini membutuhkan waktu yang tidak singkat, khususnya kesiapan para pegawai yang mayoritas bertempat tinggal di Pematang Siantar untuk menyiapkan hati secara utuh untuk bertugas dikantor yang baru. Bagi Pemkab Simalungun, merupakan satu tantangan bagaimana mempercepat realisasi pembangunan perumahan untuk pegawai yang sedianya sudah dirancang.


PUSING

Sudah hampir 2 minggu, jari-jariku nganggur, otak-ku adem-adem tak menentu karena laptop kesayanganku lagi “ngambek”. Coba kotak-katik sedikit (karena ngak ahli juga) tak jua menyelesaikan masalah. Akhirnya “reparasi’ menjadi pelabuhan terakhirnya. Memang, sudah kuduga bakal masalah adalah hardisk. Hardisk tak terselamatkan, dan data-datakupun melayang. Huuuh…rasanya kehilangan data lebih menderita dari kehilangan laptopnya. Data kantor, data pribadi, tulisan hasil buah-buah pemikiran (walaupun belum ada apa-apanya, tapi senang karena keluar dari isi hati sendiri) dan data lain tinggal kenangan. Penyesalan emang selalu datang telat, seandainya rajin back up data mungkin hanya pusing mikirin biaya perbaiki laptopya. Apa mau dikata, sampe saat ini notebook saya masih mangkal ditoko. Nunggu hardisk dipesan, soalnya di kota-ku ngak selengkap dijogja kota yang penuh KENANGAN tempat dulu laptopku zirex-ku dibeli. Tak kupungkiri notebook ini yang sangat membantuku menyelesaikan perkuliahan di Kota Gudeg. Mau ganti terasa sayang (karena ngak punya duit juga). Yah…apa boleh buat, saya setia menunggu sampai zirex-ku bagus kembali. Hari-hariku akhirnya hanya menggunakan PC kantor untuk memfungsikan otak yang lagi nganggur sambil ngerjakan tugas rutinitas kantor. Karena kebetulan sebagai pengelola SIK, bisa memanfaatkan jaringan internet free dari pusdatin untuk komunikasi data secara online (memang dikhususkan untuk itu), dan tentunya sekalian bisa digunakan untuk browsing cari info, download (walaupun jarang berhasil), ngeposting dan chating dengan teman-teman dari seluruh kab/kota. Lumayan juga, bisa memaksa untuk bertahan dikantor. Setia didepan PC walau akhirnya harus pake kacamata minus. It’ OK. Tidak Masalah, semoga zirex-ku cepat kembali.

Pemindahan Ibukota Kabupaten Simalungun

Jika tidak ada aral melintang, pusat ibukota Kabupaten Simalungun pada bulan juni 2008 akan resmi mengalami perpindahan dari Pematang Siantar ke Pematang Raya sesuai dengan PP No 70/1999 tentang penetapan ibu kota Kabupaten Simalungun. Butuh waktu hampir 9 tahun terhitung sejak diundangkannya proses pemindahan ibukota tersebut menjadi kenyataan. Walaupun faktanya proses pemindahannya belum berlangsung saat ini. Rencana awal, proses pemindahan akan direalisasikan pada april 2008, namun mengingat proses PILKADA GUBSU berlangsung pada 16 april 2008, akhirnya dimundurkan pada bulan juni tahun ini. Namun demikian Bupati Simalungun Drs HT Zulkarnain Damanik MM dalam beberapa pernyataan di berbagai media massa meyakinkan masyarakat bahwa finalisasi proses pemindahan ibukota Kabupaten Simalungun paling lambat bulan juni tahun 2008. Perencanaan ini sepertinya sudah matang mengingat Pemerintah Kabupaten Simalungun telah melayangkan permohonan kepada Presiden RI ‘SBY’ untuk bersedia meresmikan Pusat Pemerintahan yang baru di Pematang Raya. Sebagai warga Simalungun saya merasa bangga memiliki pusat pemerintahan yang cukup megah dengan konsep perkantoran yang tersentralisasi dan merupakan pusat perkantoran yang termasuk paling OK khususnya di seluruh kabupaten/kota di Propinsi Sumatera Utara. Saya yakin seluruh masyarakat Kabupaten Simalungun menyambut baik proses pemindahan ini, dengan catatan bahwa pelayanan pemerintah kepada masyarakat tentunya mempunyai KONSEP BARU:”Pelayanan Prima, Mengutamakan Kepentingan Masyarakat dan Bekerja Dengan Hati” sehingga mempu mengembalikan citra positif pemerintahan yang selama ini identik dengan “KKN”. Pemerintah juga diharapkan memiliki komitmen untuk membangun perekonomian khususnya di Ibukota Kabupaten yang baru. Memang, butuh pengorbanan yang tidak sedikit dalam proses pemindahan ini, terutama pegawai pemerintahan yang hampir mayoritas berdomisili di wilayah Pematang Siantar. Jarak Pematang Siantar ke Pematang Raya sekitar 30 km, sehingga butuh waktu 30-45 menit untuk sampai di Pematang Raya. Kondisi ini tentunya sangat mempengaruhi mobilitas pegawai yang bersangkutan sehingga secara langsung juga akan sangat mempengaruhi tingkat kehadiran pegawai dalam melaksanakan tugasnya. Namun, tentunya dalam hal ini pemerintah daerah telah mempunyai pemikiran yang matang dalam membuat payung kebijakan sehingga proses pemerintahan dapat berjalan dengan baik. Karena apapun namanya, untuk menjadi lebih baik tentunya ada yang harus dikorbankan. Mari kita dukung RAYA menjadi ibukota Kabupaten Simalungun. Jadi Ma Hita Jadi Tuan I Rumah Sandiri.

Situs GOLKAR Dan DEPKOMINFO Tumbang Oleh Hacker

Seiring disahkannya RUU-ITE oleh DPR, pro dan kontra menghias hampir semua narasi blog maupun situs-situs. Paling nyata adalah kontra terhadap pemberlakuan undang-undang ini yang dianggap membatasi kebebasan dalam mengekspresikan pendapat dan bertentangan dengan UUD 1945 pasal 28 (kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan atau tulisan). Satu point yang teramat panas adalah pemblokiran website yang berbau pornografi yang disampaikan oleh Menkominfo. Jutaan komentar mengalir pada setiap tulisan yang memuat Kata Kunci Pemblokiran Website Berbau Pornografi. Situs Instansi Pemerintah yang paling bertanggung jawab dalam penyusunan RUU-ITE akhirnya tumbang diserang oleh punggawa-punggawa (HACKER). Tidak itu saja, Situs Partai Golkar juga menjadi sasaran. Tampilan website kedua situs tersebut dihiasi oleh foto-foto yang seksi dengan pesan-pesan khusus.

kominfo-hacked-dlm.jpg

 

golkar-hacked-cvr.jpg

 

Wajah mirip pakar telematika roy suryo menjadi bintang pada tampilan kedua website tersebut. Apakah ada yang salah dengan kebijakan pemerintah dalam merancang RUU-ITE tersebut ataukah pihak yang kontra hanya memperjuangkan kepentingannya?

Akhirnya RUU ITE Disahkan

Setelah lama menunggu, DPR RI akhirnya mengesahkan RUU-ITE pada tanggal 25 Maret 2008. Dengan demikian, seluruh transaksi elektronik yang ada di Indonesia telah mempunyai dasar hukum yang jelas. Memang ada pro dan kontra terhadap penerbitan RUU-ITE khususnya menyangkut content RUU yang dinilai masih ada kekurangan. Namun, satu langkah maju telah diambil oleh pemerintah dalam mengakomodasi kepentingan masyarakat terutama dalam melakukan proses transaksi elektonik. Rancangan Undang-Undang Informasi dan TransaksiĀ Elektronik

Web Dinas Kesehatan Propinsi/Kab/Kota

Keberadaan situs web pemerintah sudah tidak asing lagi di masyarakat terutama di kalangan pengguna Internet. Hal ini memang terkait dengan kebijakan pemerintah dalam menerapkan penyelenggaraan pemerintahan berbasis elektronik atau dikenal dengan nama e-government (e-gov) yang didasari oleh INPRES No. 3 tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan E-Government. Selanjutnya Depkominfo, mengeluarkan panduan pembanghunan infrastruktur portal pemerintah dan panduan penyelenggaraan situs web pemerintah daerah. Namun dalam perkembangannya, situs web pemerintah secara kualitatif dan kuantitatif belum terasa manfaatnya oleh masyarakat.
Website pemerintah bidang kesehatan yang digawangi oleh Departemen Kesehatan, juga menempatkan isu ini sebagai bagian dalam pengembangan Sistem Informasi Kesehatan yang terintegrasi. Upaya ini dapat terlihat jelas dengan program Sistem Informasi Kesehatan Nasional Online (SIKNAS-Online), yang membangun jaringan ini secara online di hampir semua kab.kota di seluruh indonesia. Program ini diharapkan menjadi media komunikasi data yang terintegrasi antara daerah dengan pusat maupun antar daerah tukar-menukar data antar unit kesehatan. Jaringan ini juga, membuka peluang bagi daerah dalam mengembangkan situs website dinas kesehatan baik tingkat propinsi, kabupaten dan kota. Beberapa dinas kesehatan prop/kab/kota telah memiliki situs website dinas kesehatan antara lain:
Dinas Kesehatan Propinsi (DKI Jakarta, Jogjakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan).
Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota antara lain : (Nunukan-Kaltim, Tanjab Barat-Jambi, Balikpapan-Kaltim, Sleman-Jogjakarta, Rejang Lebong-Bengkulu, Surabaya-Jatim, Purworejo-Jateng, Ngawi-Jatim, Kebumen-Jateng, Bonebolanga-Gorontalo, Bondowoso-Jatim dan Denpasar-Bali)

Jaringan SIKNAS ONLINE Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun

Saat ini jaringan SIKNAS online sudah terpasang di Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun.Perangkat jaringan terdiri 1 buah PC, 1 buah GSM Modem, 1 buah IP Phone, dan 1 buah printer. Rencana awal, pemasangan Jaringan SIKNAS Online akan selesai pada akhir desember 2007, namun karena kendala teknis pihak yang bertanggungjawab dalam pemasangan jaringan baru bisa menyelesaikan pada minggu ketiga bulan januari 2008. Secara teknis, kondisi jaringan online sudah berjalan dengan baik. Pemasangan jaringan siknas yang merupakan kebijakan departemen kesehatan, diharapkan mampu membantu menjadi salah satu media dalam proses komunikasi data yang terintegrasi sehingga antara daerah dengan pusat maupun antar daerah tukar-menukar data antar unit kesehatan, yang mencakup semua data esensial yang diperlukan untuk manajemen kesehatan (data kegiatan puskesmas, kegiatan rumah sakit, kegiatan sarana kesehatan lain, termasuk data keuangannya, tenaga kesehatannya, obatnya, perbekalan farmasinya, dan sumber daya lainnya), data perkembangan pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal, dan data perkembangan pelaksanaan Desa Siaga. Dari satu sisi, ini yang manjadi harapan semua pihak. Namun, disisi lain, proses pengumpulan dan validasi data yang esensial tadi masih merupakan masalah dibanyak daerah. Data yang ada masih belum menunjukkan data yang real ( evidence based). Jadi, tantangan bagi kabupaten/kota adalah bagaimana dengan keberadaan SIKNAS online ini, menjadi motivasi untuk menyajikan data yang dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan fakta yang ada. Tentunya tidak cukup hanya dengan niat, tapi dengan komitmen semua pengelola program sampai dukungan dari tingkat manajeman.

Doa Untuk Asaku

Wajah-wajah kelelahan bertebaran
Jemput menjemput mentari pagi
Yang seakan enggan untuk berhias
Jari-jemari itu seakan tak mau berhenti
Menggapai gurat-gurat hidup
Yang tak jua membesarkan asa
Langkah kaki terobos
Waktu yang tak pernah diam
Sebutir hati yang tersisa
Tak punya waktu
Untuk berkaca
Palingkan sejenak wajahmu
Lipat jemarimu
Sisihkan hatimu
Sejenak melangkah
Keruang Hidup
Penuh Keindahan dan harapan
Saatnya, ratapan itu berbuah manis
Waktunya, bilur itu jadi air mata sukacita
Rasakan kehadiran-Nya
Lewat nada kidung pujian
Yang mengalir pada tiap desah nafas
Hidup yang sudah berlalu
Takkan dapat ditembus kembali
Untuk merubah jejak hidup tanpa arah
Adalah DIA, yang terlalu baik untuk kita
Jejak-jejak yang bernoda itu
Tidak ada arti, kala hidup yang akan
Dipersembahkan membuat-Nya tersenyum bangga
Kesempatan untuk harapan dan keinginan
Tetap tersedia
Tidak cukup niat dan kerja keras untuk setumpuk taburan
Tapi doa akan membayar lunas berkat yang akan dituai

 

Seleksi CPNS Depkes RI

Departemen Kesehatan RI Kembali Membuka Kesempatan Untuk Diangkat Menjadi CPNS Departemen Kesehatan dan Ditempatkan Dibeberapa Daerah. Pendaftaran seleksi dimulai tanggal 12 sampai dengan 22 November 2007 dan Ujian Tulis akan dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 2007. Informasi Selengkapnya Di www.depkes.go.id

Kenangan Itu Indah

Tidak terasa, mahasiswa Pasca Sarjana SIMKES IKM-UGM angkatan pertama telah hampir merampungkan perjuangan untuk menyelesaikan perkuliahan selama 2 tahun. Empat teman-teman (ayu, elisa, eris, & herwanto) telah wisuda pada juli kemarin. Untuk periode oktober, kemungkinan ada 7 orang yang akan wisuda (joko, senik, tri, rapa, nardi, wawan & jhon) dan sisanya (dani, heri, zani, siswanto, abdulah, nuryati, yosafat & maman) masih dalam perjuangan. Banyak kenangan lucu, aneh dan unik dari semua teman-teman, yang selayaknya dijadikan kenangan. Ada pak MAMAN yang kalem, punya hobi kotak-katik software dan jaringan. Sumbernya dari segala software (entah dari mana saja, baik bajakan or ori), ada JOKO dan HERWANTO stafnya pak maman yang pengen seperti pak maman sampai privat khusus php & my sql sama mas harmi (tapi katanya sekarang udah lupa), ngekost bareng sampai tamat, sama-sama dari bumi kalimantan dan tidak pernah lupa untuk sholat. Pak DANI, satu-satunya dokter yang ahli NGEBLOG sampai disuruh ngajar sama pak anis untuk mata kuliah khusus ngeblog. Tidak banyak bicara dan suka bantu teman-teman yang kebingungan instal software. Ada pak’de WAWAN preman jogja di SIMKES, cuek-cuek aja masalah kuliah dan tidak mau pusing dengan perkuliahan. Suka jalan-jalan dengan sedan lamanya bareng teman-teman. Punya sohib lengket pak NARDI (cak doko), yang selalu cari tempat duduk paling belakang untuk melepaskan penat (sampe ngantuk) karena terlalu menikmati menjadi seorang suami dan sibuk membimbing mahasiswanya, lumayan menguasai GIS dan sering jalan bareng dengan pak de dan pak YOSAFAT yang selalu betah kalo ada adu argumen diruang kelas. Bawa keluarga jauh-jauh dari Kalimantan, demi meraih gelar MKes sistem informasi kesehatan. Pak ABDULAH, tengku dari aceh. Orangnya pendiam sekali tapi sekali ngomong lumayan ngaco. Tanpa bicara, bisa ngelucu, dan itu kelebihannya. Selalu pulang duluan, untuk ngejar makan siang (paling tidak masak dulu baru makan dikost) karena punya hobi masak sendiri. Ada pak RAPA, asli toraja dan kepala sukunya SIMKES angkatan pertama, rajin kegereja dan tidak pernah lupa saat teduh pagi hari. Pak SISWANTO, mahasiswa SIMKES yang tersibuk karena punya aktivitas segudang sebagai kepala rekam medis di RS. Betesda, ngajar sampe kemana-mana sampai ngerjakan thesispun tak ada waktu. Banyak bercanda dan paling lucu (cocok panutan sebagai orang tua), selalu duduk dekat-dekat nardi karena punya peluang untuk ngantuk. Pak ZANI yang punya TOEFL paling tinggi di kelas, paling sering bertanya sama dosen dan hobi ngomong A-Z karena katanya mantan wartawan. Suka bergaul khususnya dengan cewek-cewek karena dia masih lajang dan jarang tinggal dikost (mungkin dikost orang). Ada rombongan medan, pak HERI. Punya hobi telat masuk ruang kuliah dan selalu menjadi orang yang paling semangat untuk instal software baru (walaupun ngak tahu cara makenya). Asli dari medan, suka bercanda dan selalu naik motor sipitung kemana-mana (bahasa medannya kereta astuti-astrea tahun tinggi). Punya banyak proyek sehingga sekali seminggu pulang ke medan. Sekost dengan pak ELISA, sohib dari medan dan punya komitmen untuk masuk kuliah telat bareng-bareng dengan pak heri. Pleksibel, mau serius ok, mau bercanda ok juga, mau tidak serius ok sekali. Selalu necis, ciri khan orang medan dan tetap optimis. Untuk wanita-wanitanya ada 5 orang. Ada ibu SENIK, seorang drg dan menjadi kepala puskesmas Mlati. Selalu sibuk dengan urusan kantor, tapi tidak pernah lupa menebarkan senyum. Pada awalnya agak pendiam, tapi akhirnya bisa adaptasi dengan komunitas (bisa serius bisa ngaco). Katanya itu buah hasil ajaran pak elisa. Ibu TRIYANTI, pejabat POM nya jogja. Orangnya pendiam, tapi sangat lucu. Punya nilai mata kuliah yang paling OK. Diam adalah emas, becanda adalah hiburan, kalimat yang paling pas untuknya. Ibu AYU, punya penampilan yang menipu, karena masih seperti gadis tapi sudah punya anak tiga. Aktif diperkuliahan dan punya hobi nge-MC (dikontrak jadi MC pada workshop). Menjadi media penyambung antara mahasiswa dengan sekretariat SIMKES. Suka membantu yang kesulitan dan punya penampilan yang ok. Ibu ERIS, asli dari pematang siantar. Penampilan pendiam, hobi dikamar (mungkin belajar) dan always serius makanya menjadi mahasiswa pertama yang ujian pendadaran. Ada ibu NURYATI, ibu yang paling muda. Mantan anak didik pak siswanto. Suka bercerita dan paling semangat kalo udah mau ujian semester. Terakhir adalah saya…Tapi kayaknya tidak objektif saya kasih komentar terhadap diri sendiri. Jadi teman-teman aja deh kasih komentar. Semoga semua teman-teman sukses dan berhasil. Hal yang paling penting, ikatan alumni SIMKES angkatan pertama harus tetap kompak dan jalinan silaturahmi tidak akan pernah putus. Salam

Halaman Berikutnya »


Kategori

 

Juli 2008
S S R K J S M
« Jun    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Anda Pengunjung Ke

  • 18,319 hits

Galeri Foto

Seminar

More Photos