Archive for the 'Religius' Category

Begitu Membatukah Jiwa-Ini

Sudah sekian kali, naluri-Nya muncul. Namun sekian kali juga, tak terwujud. Begitu hancurkah ‘hidup’ yang dijalani sekarang? Begitu tak bermaknakah hidup ini? Sudah berbagai refleksi kejadian, sudah tersisipkan dalam perjalanan ini. Ratusan bait pencerah “jiwa yang hilang” sudah terkirim kelubuk jiwa. Tapi mengapa jiwa masih membatu?

Why

 

Iklan

Jelang Paskah

Tidak sesaat, dunia ini ada
Tidak juga abadi semesta ini
Guratan langit biru, nyaris susut
Terkoyak keangkuhan
Binar bintang permata yaspis
Memudar oleh warna cinta
Yang terbalut lilitan nafsu
Melengkapi rajutan impian
Yang tak terpuaskan
Hinga ruang naluri
Semakin tersudut
Semakin terasing
”Sempurna sudah alam ternoda”
Begitu murka-kah Pencipta
Terhadap ciptaannya?
”Aku menyangka dalam kebingungan-ku
Aku telah terbuang dari hadapan mata-Mu.
Tetapi sesungguhnya
Engkau mendengarkan suara permohonan-ku
Ketika aku berteriak kepada-Mu minta tolong”

Kasih-nya tidak terbatas
Anak tunggal-Nya
Ia layakkan menjadi penebus dosa
Yang terlalu menjadi daging
Bilur-bilur darah-Nya menyembuhkan
Naluri yang teraniaya.
Untuk waktu yang ada
Haruskan naluri yang tersisa
Harus dikorbankan juga?

 

SALAM PASKAH BAGI SAHABAT
TEMAN-TEMAN KRISTIANI

 

Apa Yang Sudah TUHAN Perbuat Buat Saya ?

Sebait kalimat yang sering orang pertanyakan saat menghadapi suatu ketidak adilan yang bersifat relatif, yang memposisikan dirinya dengan orang lain yang lebih dari dirinya. Kalimat itu juga sering menjadi sebaris puisi, yang dengan spontan terucap dari bibir yang tidak manis lagi, kala hidup sudah sedemikian tidak menyenangkan. Saya terkadang masih berada dalam lingkaran mereka. Saat masalah hadir, terkadang masalah lain muncul untuk menyempurnakannya. Kesempurnaan ini kadang menjadi awal munculnya kelemahan iman yang seharusnya tidak perlu menjadi suatu kelemahan. Tidak ada yang sempurna di dunia ini, saat kita merasa terasing dengan dengan kehidupan kita, lihatlah kebawah. Ternyata masih banyak yang tidak lebih dari saya dan mereka yang lebih menurut saya tidak selamanya merasa lebih dari kehidupan saya. Dengan demikian kita bisa lebih bersyukur terhadap apa yang kita terima. Dan semestinya, terhadap DIA yang memberikan kehidupan sudah selayaknya kita mempertanyakan ” APA YANG SUDAH AKU PERBUAT UNTUK TUHAN ?”


Kategori

Top Clicks

  • Tidak ada
Desember 2017
S S R K J S M
« Jan    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

RSS Kompas

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Info Lowongan BUMN

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Anda Pengunjung Ke

  • 78,092 hits