Dengar Kata Hati?

Beragam sudah bunga aku sapa
Beragam sudah permata aku hias
Namun tak jua hati tersentuh

 

Telah kucoba titipkan hati
Dari sebuah kesunyian
Telah kubebaskan jiwa
Untuk sebuah keinginan

 

Tapi jelang malam
Selalu datang
Dan bertanya

 

Tentang
Kasihmu yang tak wajar
Sayangmu yang tak berujung
Sikapmu yang seolah tak kusuka
Tapi jiwaku engkau ikat

 

Hati memang tidak pernah bisa untuk dibohongi
Kuharus menjemputmu?

 

PROGRAM PROMOSI KESEHATAN PENINGKATAN KUALITAS PERSALINAN

Rancangan program promosi kesehatan memfokuskan bagaimana program kemitraan pelayanan persalinan terpadu dapat membantu peningkatan upaya keselamatan ibu dengan menjalin kemitraan dengan lintas sektoral yang terkait. Kemitraan mengandung arti saling bertukar pengetahuan, sumberdaya dan komitmen untuk mencapai tujuan bersama. Untuk itu diperlukan sikap saling menghargai dan keterbukaan tentang semua hal.
Kemitraan dengan wanita. Pendekatan partisipasif ini melibatkan kaum ibu mampu mengenali dan menentukan prioritas masalah kesehatan ibu, menyusun rencana pemecahan masalah bersama pemerintah setempat dan melaksanakannya. Beberapa kegiatannya adalah pelatihan dukun bayi, pendidikan dan pelatihan kaum wanita dan pria tentang persalinan yang aman dirumah serta tentang keluarga berencana, mengembangkan persiapan rujukan ke rumah sakit dan mengembangkan materi informasi tentang kesehatan reproduksi.
Kemitraan dengan masyarakat dan dukun bayi. Pelatihan petugas dalamn upaya keselamatan ibu tidaklah lengkap tanpa penyuluhan dan motivasi terhadap keluarga, masyarakat dan dukun bayi.
Kemitraan dengan bidan. Perlu dilakukan dengan asosiasi kebidanan (IBI) dalam mendukung pelayanan kesehatan reproduksi. Melalui asosiasi ini diharapkan para bidan mengikuti program pelatihan kesehatan reproduksi yang mencakup penanganan kegawatan obstetri, pencegahan infeksi dan keluarga berencana. Perhatian utama organisasi ini adalah memaksimalkan kebijakan dan dukungan teknis yang lestari dalam menjaga kualitas pelayanan kesehatan ibu.
Kemitraan dengan penentu kebijakan. Kemitraan antara lembaga pembangunan, donor dan pemerintah diperlukan dalam keberhasilan kegiatan keselamatan ibu. Kemitraan ini telah dilaksanakan didaerah Tanjungsari, menunjukkan kemitraan antara penyandang dana, pelayanan kesehatan pemerintah, tokoh masyarakat. Komitmen nasional terhadap kesehatan ibu oleh Bapenas dan Depkes memberikan lingkungan yang mendukung pelayanan kesehatan ibu. Pemerintah telah menempatkan satu bidan disetiap desa dengan mendidik 55.000 bidan didesa dalam kurun waktu delapan tahun. Pondok bersalin desa dilayani oleh bidan, dukun bayi, dan kader disediakan untuk memberikan pelayanan antenatal dan persalinan ditingkat desa.
Disamping itu, kegiatan komunikasi, informasi dan edukasi dilaksanakan untuk mendukung kegiatan ini serta disediakan sarana komunikasi radio dengan fasilitas merespon obstetri gawat.
Agar upaya keselamatan ibu tidak hanya sekedar retorika tetapi menjadi kenyataan diperlukan komitmen kuat dari penentu kebijakan, pengelola program dan masyarakat. Implikasi program keselamatan ibu mencakup hal berikut:
 Menjamin kehadiran tenaga kesehatan pada setiap persalinan
 Memperluas akses terhadap pelayanan kebidanan ditingkat masyarakat
 Meningkatkan akses terhadap pelayanan obstetri esensial, termasuk pelayanan gawat darurat
 Menyediakan pelayanan terpadu kesehatan reproduksi termasuk keluarga berencana dan pelayanan pasca aborsi
 Menjamin kesinambungan pelayanan yang berhubungan dengan sarana rujukan dan didukung oleh bahan habis pakai, alat, obat dan transportasi yang memadai.

Beberapa Kegiatan dalam menurunkan AKI yaitu :
1. Peningkatan kualitas dan cakupan pelayanan, melalui :
a. Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan antara lain berupa penyediaan tenaga bidan di desa, kesinambungan keberadaan bidan desa, penyediaan fasilitas pertolongan persalinan pada polindes/pustu dan puskesmas, kemitraan bidan dan dukun bayi, serta berbagai pelatihan bagi petugas.
b. Penyediaan pelayanan kegawatdaruratan yang berkualitas dan sesuai standar, antara lain bidan desa di polindes/pustu, puskesmas PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Dasar), Rumah sakit PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Kualitas) 24 jam
c. Mencegah terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan dan penanganan komplikasi keguguran, antara lain dalam bentuk KIE untuk mencegah terjadinya 4 terlalu, pelayanan KB berkualitas pasca persalinan dan pasca keguguran, pelayanan asuhan pasca keguguran, meningkatkan partisipasi aktif pria
d. Pemantapan kerjasama lintas program dan sektor, antara lain dengan jalan menjalin kemitraan dengan pemda, organisasi profesi (IDI, POGI, IDAI, IBI, PPNI), Perinasia, PMI, LSM dan berbagai swasta.
e. Peningkatan partisipasi perempuan, keluarga dan masyarakat, antara lain dalam bentuk meningkatkan pengetahuan tentang tanda bahaya, pencegahan terlambat 1 dan 2, serta menyediakan buku KIA. Kesiapan keluarga dan masyarakat dalam menghadapi persalinan dan kegawatdaruratan (dana, transportasi, donor darah), jaga selama hamil, cegah 4 terlalu, penyediaan dan pemanfaatan yankes ibu dan bayi, partisipasi dalam jaga mutu pelayanan

2. Peningkatan kapasitas manajemen pengelola program, melalui peningkatan kemampuan pengelola program agar mampu melaksanakan, merencanakan dan mengevaluasi kegiatan (P1 – P2 – P3) sesuai kondisi daerah.

3. Sosialisasi dan advokasi , melalui penyusunan hasil informasi cakupan program dan data informasi tentang masalah yang dihadapi daerah sebagai substansi untuk sosialisasi dan advokasi. Kepada para penentu kebijakan agar lebih berpihak kepada kepentingan ibu dan anak.
Melalui berbagai upaya antara lain peningkatan pelayanan kesehatan, peningkatan kemampuan petugas serta melalui dukungan dan kemitraan berbagai pihak akan sangat menentukan upaya penurunan AKI terutama dengan memperhatikan 3 pesan kunci MPS.

Strategi berbasis masyarakat yang akan mendukung tercapainya tujuan upaya keselamatan ibu meliputi:
 Melibatkan anggota masyarakat, khususnya wanita dan pelaksana pelayanan setempat, dalam upaya memperbaiki kesehatan ibu.
 Bekerjasama dengan masyarakat, wanita, keluarga dan dukun/pengobat untuk mengubah sikap terhadap keterlambatan mendapat pertolongan.
 Menyediakan pendidikan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran tentang komplikasi obstetri serta kapan dan dimana mencari pertolongan.

Konsep pengembangan sistem informasi dan pola rujukan dalam peningkatan Upaya kesehatan ibu dapat dimulai dari dukun bayi yang masih menjadi ujung tombak dalam pelayanan persalinan diharapkan telah menjadi bagian tenaga pendampingan yang menjadi bagian integral kemitraan pelayanan persalinan. Penemuan kasus persalinan akan dirujuk oleh dukun bayi ke bidan desa yang kemudian akan dirujuk kepada tingkat yang lebih tinggi (dokter/bidan ditingkat Puskesmas, dokter/bidan rumah sakit tingkat kabupaten/kota dan dokter/bidan rumah sakit tingkat propinsi). Namun demikan alur informasi dapat dirujuk ke jenjang lebih tinggi mengingat kasus kematian persalinan masih banyak terjadi karena keterlambatan dalam memberikan pertolongan persalinan.
Promosi kesehatan dalam sistem informasi diarahkan bagaimana informasi tentang persalinan secepat mungkin sampai kepada masyarakat, tenaga kesehatan yang menolong persalinan sehingga tindakan dini dapat dilakukan dalam menolong persalinan.
Media komunikasi seperti keberadaan handpone dapat dijadikan sebagai sarana dalam menyampaikan informasi persalinan kepada bidan yang akan menolong persalinan. Demikian juga untuk daerah yang sudah maju Dinas Kesehatan perlu merancang media informasi yang dapat diakses secara online melalui pembuatan website tentang kesehatan ibu dan anak. Sehingga melalui website ini masyarakat dapat dengan mudah memperoleh informasi tentang kesehatan termasuk informasi tentang peningkatan upaya keselamatan ibu dalam proses persalinan.

Maaf Untuk Jiwa’Ku

Sebenarnya aku berharap kehadiranmu.
Sama dengan kebanyakan wanita
Yang pernah singgah dihatiku.
Tapi hati tak mampu untuk itu
Tersadar bahwa ternyata hati masih punya tempat
Untuk sebuah cinta.
Rasa yang dulu menghilang
Tiba kembali menghampiriku

 

Tapi sayang, rasa itu bertekuk meringis
Karena engkau berlalu dalam sekejap
Jiwaku tak mampu bernafas,
Jantungku tak kuasa alirkan pengharapan
Karena mata hatiku yang tersisa
Tak jua sanggup susur logikaku

 

Maaf, untuk jiwaku
Seandainya hati boleh memilih,
Tak tega melihat jiwaku terluka
Tapi hati tidak pernah bersiap untuk sebuah cinta
Karena dia datang apa adanya.
Butuh waktu seusia-ku
Tuk’ melupakanmu

 

Rindu Berbalut Kebimbangan

Lama,……………
Tak jua bibirmu merekah
Tak jua sendu tatapanmu hadir
Tak jua amarahmu singgah
Tak jua tangismu terdengar
Hingga tak lagi cerdas jiwaku
Memohon untuk sebuah cinta

 

Sudah lewati detik’ waktu jiwaku
Engkau berlalu
Lintasi jejak jenuh kerinduan hati
Lewati separuh nafas yang tersisa

 

Namun jiwa masih bimbang
Jiwa masih ragu
Karena keduanya kau ikat bersama kenangan
Hingga ego tak punya
Hak untuk memilih

 

Waktu tak pernah bertanya kapan
Tak pernah bertanya mengapa
Tapi hati dan jiwa selalu punya jawaban
Saat ada ruang untuk berontak

 

Lama Tidak Menulis

Beberapa waktu yang lewat, saya membaca salah satu media yang mengupas ‘bloger’. Eh..baru nyadar ternyata saya punya blog dan ternyata udah lama ngak di update. Wah….kemana aja? Memang, situasi baru, kantor baru, jauh lagi dari keramaian ternyata ngaruh juga sama isi blog. Belum lagi kondisi kantor yang lagi mumet jelang PP 41. Semuanya serba abu-abu. Tidak bisa memang dipungkiri bahwa dampak perpindahan kantor yang lumayan jauh dari pusat kota PLUS implementasi struktur organisasi baru sangat mempengaruhi kinerja pegawai. Tidak salah kalo Gibson (1996) dalam bukunya mengatakan bahwa Kinerja pegawai salah satunya dipengaruhi oleh lingkungan kerja(struktur organisasi, desain pekerjaan, kebijakan, aturan-aturan, penghargaan, dan sanksi serta sumber daya). Jadi, sekarang tinggal mencari solusinya. Termasuk, solusi gimana warna yang abu-abu tidak abu-abu lagi? Caranya gimana ya???

Penerimaan CPNS Pemkab Simalungun Tahun 2008

Pemkab Simalungun untuk penerimaan CPNS formasi tahun 2008 ini menerima sejumlah 322 orang Alokasi formasi, lowongan jabatan dan kualifikasi pendidikan yang akan diterima terdiri:
1. Tenaga guru sebanyak 220 orang terdiri dari guru Sekolah Dasar (SD) berjumlah l50 orang dengan kualifikasi pendidikan terdiri dari PGSD, Penjaskes, PAI dan PAK.
2. Formasi guru SMP sebanyak 50 orang dengan kualifikasi pendidikan terdiri dari S1/ A IV jurusan sejarah, geografi, ekonomi, seni, biologi dan fisika.
3. Guru SMA sebanyak 20 orang dsngan kualifikasi pendidikan S1 /AIV pendidikan sosiologi, geografika, biologi dan fisika.
4. Tenaga Kesehatan berjumlah 64 orang dengan jenjang pendidikan, Dokter Spesialis, Dokter Umum, Dokter Gigi, Apoteker S1, Keperawatan S1/D.III, Kebidanan D.III, Perawat Gigi D.III, Penata Gizi D.III, Sanitarian D.III dan Asisten Apoteker SAA/SMF.
5. Tenaga tehnis lainnya berjumlah 48 orang dengan jenjang pendidikan S1 Ekonomi Akuntan, Ekonomi Manajemen, Ekonomi Pariwisata, Hukum Keperdataan, Administrasi Negara,Tehnik Planologi, Teknik Konstruksi, Teknik Lingkungan, Pertanian Hama/Penyakit Tanaman, Pertanian tehnologi, Budi Daya Perikanan dan Budi Daya Peternakan, Komputer sedangkan untuk DIII jurusan Akuntansi dan Perpajakan (http://www.analisadaily.com)
Pendaftaran pelamar dimulai mulai tanggal 20 nopember s/d 05 Desember 2008 di BKD Pemkab Simalungun Pamatang Raya. Sedangkan ujian dilaksanakan pada tanggal 16 desember 2008.
Bagi yang sudah mendaftar, persiapkan diri berlatih dengan mengerjakan soal-soal CPNS yang lalu maupun soal-soal yang identik dengan soal-soal CPNS. Berikut link-link soal-soal CPNS yang bisa di download gratis:
1. Akhdian
2. Lowongan
3. Soal CPNS
4. Hanif-UGM
5. CPNS-Low
6. Sadikin.Net

Rencana Penerimaan CPNS Pemkab Simalungun

Kalo tidak ada aral melintang, Pemerintah Kabupaten Simalungun Akan Menerima Calon Pegawai Negari Sipil (CPNS). Deputy SDM Menpan Drs Ramli E Naibaho, Jumat (8/8) menyebutkan, tahun 2008 pemerintah akan menerima 300. 000 CPNS, di antaranya lebih kurang 200 orang jatah Kabupaten Simalungun. Penerimaan CPNS diharapkan dilaksanakan sesuai dengan PP nomor 9 tahun 2003 dan PP nomor 97 tahun 2000. Menyinggung tenaga honorer lebih kurang 500 orang belum diangkat di Pemkab Simalungun dikatakan tahun 2008 akan diangkat 50% dan sisanya akan diangkat tahun 2009. Sehingga tahun 2008 ini, pemerintah akan menerima 450 CPNS khusus untuk kabupaten Simalungun yaitu sekira 250 orang dari honorer dan 200 orang dari umum (Hariansib:10.08.’08). Dibandingkan tahun 2007 yang hanya menerima CPNS dalam jumlah puluhan, jumlah CPNS yang diterima tahun ini memang mengalami peningkatan jumlah yang signifikan. Bagi para putra-putri khususnya masyarakat Simalungun, yang berminat menjadi PNS mari siapkan diri untuk mengikuti seleksinya. Kita tunggu formasi yang dibutuhkan oleh Pemkab Simalungun, dan kita berharap seleksi kelak selektif, berkualitas dan benar-benar bebas dari KKN, sehingga bagi masyarakat yang kurang mampu, mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi PNS dengan masyarakat yang mempunyai kemampuan diatas rata-rata. Untuk informasi selanjutnya, mari kita tunggu.


Kategori

April 2014
S S R K J S M
« Jan    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

RSS Kompas

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Info Lowongan BUMN

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Galeri Foto

Seminar

More Photos

Anda Pengunjung Ke

  • 72,093 hits

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.