Archive for the 'Puisi' Category

Dengar Kata Hati?

Beragam sudah bunga aku sapa
Beragam sudah permata aku hias
Namun tak jua hati tersentuh

 

Telah kucoba titipkan hati
Dari sebuah kesunyian
Telah kubebaskan jiwa
Untuk sebuah keinginan

 

Tapi jelang malam
Selalu datang
Dan bertanya

 

Tentang
Kasihmu yang tak wajar
Sayangmu yang tak berujung
Sikapmu yang seolah tak kusuka
Tapi jiwaku engkau ikat

 

Hati memang tidak pernah bisa untuk dibohongi
Kuharus menjemputmu?

 

Iklan

Maaf Untuk Jiwa’Ku

Sebenarnya aku berharap kehadiranmu.
Sama dengan kebanyakan wanita
Yang pernah singgah dihatiku.
Tapi hati tak mampu untuk itu
Tersadar bahwa ternyata hati masih punya tempat
Untuk sebuah cinta.
Rasa yang dulu menghilang
Tiba kembali menghampiriku

 

Tapi sayang, rasa itu bertekuk meringis
Karena engkau berlalu dalam sekejap
Jiwaku tak mampu bernafas,
Jantungku tak kuasa alirkan pengharapan
Karena mata hatiku yang tersisa
Tak jua sanggup susur logikaku

 

Maaf, untuk jiwaku
Seandainya hati boleh memilih,
Tak tega melihat jiwaku terluka
Tapi hati tidak pernah bersiap untuk sebuah cinta
Karena dia datang apa adanya.
Butuh waktu seusia-ku
Tuk’ melupakanmu

 

Rindu Berbalut Kebimbangan

Lama,……………
Tak jua bibirmu merekah
Tak jua sendu tatapanmu hadir
Tak jua amarahmu singgah
Tak jua tangismu terdengar
Hingga tak lagi cerdas jiwaku
Memohon untuk sebuah cinta

 

Sudah lewati detik’ waktu jiwaku
Engkau berlalu
Lintasi jejak jenuh kerinduan hati
Lewati separuh nafas yang tersisa

 

Namun jiwa masih bimbang
Jiwa masih ragu
Karena keduanya kau ikat bersama kenangan
Hingga ego tak punya
Hak untuk memilih

 

Waktu tak pernah bertanya kapan
Tak pernah bertanya mengapa
Tapi hati dan jiwa selalu punya jawaban
Saat ada ruang untuk berontak

 

NAFF-Kaulah Hidup Dan Matiku

Dengar lagu NAFF “Kaulah Hidup Dan Matiku” sungguh indah. Lirik dan syairnya menyentuh hati. Mau dengar lagunya download SINI

Kaulah Hidup Dan Matiku

 

Kaulah darahku juga nadiku
Kaulah nafasku juga jantungku
Engkaulah hatiku dan juga jiwaku

 

Reff:
Aku mau hidup denganmu
Aku mau matipun karenamu
Aku mau disisa waktuku bersamamu

 

Kaulah senyumku juga tawaku
Kaulah damaiku juga bahagiaku
Engkaulah teduhku tempatku bernaung

 

Back to Reff:
Kau yang slalu setia menemaniku
Meresapkan harumnya cinta dihatiku
Kau yang menyayangiku setulusnya

 

Aku mau hidup denganmu
Aku mau hidup denganmu
Aku mau matipun karenamu
Aku mau disisa waktuku bersamamu
Hanya bersamamu

 

Aku mau hidup denganmu
Aku mau matipun karenamu
Aku mau disisa waktuku bersamamu
Hanya bersamamu

 

Aku mau hidup denganmu
Aku mau ..
Aku mau matipun karenamu
Aku mau ..

 

Kaulah hidupku dan juga matiku

 

Doa Untuk Asaku

Wajah-wajah kelelahan bertebaran
Jemput menjemput mentari pagi
Yang seakan enggan untuk berhias
Jari-jemari itu seakan tak mau berhenti
Menggapai gurat-gurat hidup
Yang tak jua membesarkan asa
Langkah kaki terobos
Waktu yang tak pernah diam
Sebutir hati yang tersisa
Tak punya waktu
Untuk berkaca
Palingkan sejenak wajahmu
Lipat jemarimu
Sisihkan hatimu
Sejenak melangkah
Keruang Hidup
Penuh Keindahan dan harapan
Saatnya, ratapan itu berbuah manis
Waktunya, bilur itu jadi air mata sukacita
Rasakan kehadiran-Nya
Lewat nada kidung pujian
Yang mengalir pada tiap desah nafas
Hidup yang sudah berlalu
Takkan dapat ditembus kembali
Untuk merubah jejak hidup tanpa arah
Adalah DIA, yang terlalu baik untuk kita
Jejak-jejak yang bernoda itu
Tidak ada arti, kala hidup yang akan
Dipersembahkan membuat-Nya tersenyum bangga
Kesempatan untuk harapan dan keinginan
Tetap tersedia
Tidak cukup niat dan kerja keras untuk setumpuk taburan
Tapi doa akan membayar lunas berkat yang akan dituai

 

Gamang

Hati ini pernah merasakan kasihnya
Jiwa ini pernah terbelenggu oleh cintanya
Hingga ’saat’ yang semestinya tak perlu dinanti
Akhirnya tetap untuk ditunggu
Tidak pernah, terlintas
Bahwa cinta itu singgah
Bahwa cinta itu berlabuh
Bahwa cinta itu pernah aku agungkan
Ada makna, cinta
Yang semestinya
Tidak disentuh
Ada sejatinya kasih
Yang tidak perlu
Diperjuangkan untuk dimiliki
Tapi, ada hitam putih
Sebuah kehidupan
Yang punya batas semu
Semudah, meneteskan titik
Pada kertas putih.
Walau tidak selamanya titik hitam
Yang tertetes
Tapi, nilai sebuah permata hidup
Memudar oleh sebuah keangkuhan
Untuk suatu yang terlanjur
Punya makna yang terbela
Oleh diri sendiri
Hingga wujud cinta
Menjadi sebuah pencarian
Dalam kegamangan jiwa

 

Refleksi Kepergian Chrisye

Akhirnya Penderiaan Itu Berakhir Sudah. Selamat Jalan Chrisye

 

Pergilah Kasih

 

Hidup tidak selamanya abadi
Saat jiwa masih bisa jujur ‘tuk bernafas
Buatkan sebait kisah ‘tentangmu’
Kisah yang sebenarnya
Tidak pernah kamu lihat
Tidak pernah kamu baca dan
Tidak pernah tahu akan kisah itu
Apa yang kamu tabur
Itu jua yang kamu tuai
Walau hati tidak pernah
Seputih salju
Namun hati masih punya
Warna seputih kapas
Walau hidup
Tiada pernah sempurna
Tapi Makna yang telah tertanam
Menjadi pengantar kesempurnaan
Buat jiwa yang akan abadi

 


Kategori

Top Clicks

  • Tidak ada
Desember 2017
S S R K J S M
« Jan    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

RSS Kompas

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Info Lowongan BUMN

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Anda Pengunjung Ke

  • 78,092 hits