Arsip untuk Maret, 2007

Refleksi Kepergian Chrisye

Akhirnya Penderiaan Itu Berakhir Sudah. Selamat Jalan Chrisye

 

Pergilah Kasih

 

Hidup tidak selamanya abadi
Saat jiwa masih bisa jujur ‘tuk bernafas
Buatkan sebait kisah ‘tentangmu’
Kisah yang sebenarnya
Tidak pernah kamu lihat
Tidak pernah kamu baca dan
Tidak pernah tahu akan kisah itu
Apa yang kamu tabur
Itu jua yang kamu tuai
Walau hati tidak pernah
Seputih salju
Namun hati masih punya
Warna seputih kapas
Walau hidup
Tiada pernah sempurna
Tapi Makna yang telah tertanam
Menjadi pengantar kesempurnaan
Buat jiwa yang akan abadi

 

Iklan

Akhirnya Selesai Juga

Akhirnya, berakhir juga tugas saya di Aceh Barat. Kali ini, adalah akhir untuk kedua kali saya meninggalkan Meulaboh. Bulan September 2006 awal saya menginjakkan kaki saya di Tanah Rencong. Jujur saja, butuh perenungan beberapa saat sebelum saya memutuskan bergabung dengan Tim PSU-nya Prof. Laksono. Kekwatiran saya tentunya didasari oleh kondisi Aceh yang walaupun telah mempunyai kesepakatan damai (tapi saya masih ragu kondisi riil sebenarnya di lapangan). Tapi setelah Pak Anis Fuad (Dosen-Saya) meyakinkan saya, akhirnya tugas yang dibebankan oleh beliau, saya iya-kan untuk berangkat ke Meulaboh, Aceh Barat. Mmm..ternyata Meulaboh sudah menjadi kota damai yang dan perkembangan kota-nya cukup pesat. Bantuan dari berbagai NGO, merupakan bagian dari kesuksesan Meulaboh, kota yang dulunya dihiasi oleh bangkai-bangkai sisa tsunami berubah menjadi kota yang sudah mulai tertata rapi dengan deretan kafe-kafe ala Meulaboh yang menjadi penghias Meulaboh di malam hari.
Selama satu setengah bulan saya berada di Meulaboh untuk yang kedua kalinya, bergabung dengan Tim Medis Aceh (World Vision-UGM). Kali ini, tugas yang dibebankan pada saya adalah Evaluasi Penerapan Jaringan LAN dan Melihat Komunikasi Organisasi di Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat. Banyak pengalaman lho selama disana. Selama waktu itu, saya bergaul, berkomunikasi dan berusaha menjadi bagian dari komunitas mereka dengan prinsip Saling Berbagi dan Saling Menghargai. Nyata-nya, memang naluri mereka sangat butuh sentuhan tangan yang mampu membangkitkan semangat mereka yang telah tenggelam oleh ganasnya tsunami dua tahun yang lalu. Memang, saya lumayan kesulitan berkomunikasi dengan dialek bahasa aceh mereka yang sangat kental. Tidak jarang, saya minta penjelasan berkali-kali terhadap satu kata yang mereka ucapkan, baru saya mengerti. Tapi, bergaul dengan budaya mereka cukup unik kok.
Saya juga sempat melihat bagaimana penerapan syariat islam sudah diterapkan di Meulaboh. Pelanggaran terhadap Qanun (Peraturan Daerah), salah satu sanksinya adalah HUKUMAN CAMBUK terhadap pelanggaran Qanun Provinsi NAD No.14 Tahun 2003 Tentang Khalwat/Mesum. Hukuman cambuk terbuka untuk umum lho, dan diliput bebas oleh media. Dan saya sempat merekam, bagaimana pelaksanaan eksekusi terhadap laki-laki dan perempuan yang tertangkap basah melakukan mesum. Masalah hukum cambuk, itu adalah konsekuensi dari penerapan syariat islam. Tapi, ini masih tetap menjadi perdebatan diberbagai kalangan.


Kategori

Top Clicks

  • Tidak ada
Maret 2007
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

RSS Kompas

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Info Lowongan BUMN

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Anda Pengunjung Ke

  • 77,884 hits